Sabtu, 06 Juni 2015

ketika yang diharapkan mengharapkan orang lain

Assalamualaikum,, entah harus cerita sama siapa lagi, harus berbagi sama siapa dan harus minta saran ke siapa tentang masalah hati ini, ya akhirnya aku memutuskan untuk menulisnya disini. Mungkuna ini cinta pertamaku ketika aku dapat berfikir secara bijak,, aku suka sama wanita yang dia belum pernah pacaran, takut pacaran, dan dia juga takut padaku. Aku sadari banyak kelemahan pada diriku, kukurangan fisik, keterbatasan pemikiran dan kurang pengetahuan tentang agama, aku sadar kesalahan besar telah ku lakukan ketika hati kecilku secara jujur bilang cinta padamu, kesalahan karena ku tau kau tak kan pernah membalas itu, semua terjadi begitu adanya tanpa direkayasa, tanpa ada skema dan kekeliruan karena ini benar adanya, aku yang kini berusaha memperjuangkan cintaku harus mendapat tantangan dari dirimu yang dengan jelas bilang kalau tidak suka dan mengharapkan orang lain, hatiku berkecambuk antara terus berlari atau mulai sadar diri, dengan langkah pasti aku ikuti kata hati ini untuk berusaha semampu, sekuat, semaksimal dan sedaya upaya yang aku bisa. Kamu yang selalu ada dalam doaku, kamu yang selalu menjadi semangatku, kamu yang slalu menjadi bagian dari perjuanganku. Aku mungkin beda dari lelaki lain, yang ketika cinta sama wanita akan membuatnya bahagia, apalah aku yang mencintaimu tapi hanya bisa membuatmu menangis, ya itu yang slalu aku lakukan. Disetiap malam aku merenung, pantaskah aku bersamamu, mungkinkan suatu saat aku menjadi yang kau harapkan? Aku hanya manusia yang ibuku bilang " eling jib koe ki wong rak due" yang temenku bilang " najib kamu tu jelek" yang guru bilang " orang kaya gini kok mewakili sekolah" yang tetangga bilang " wong deso kok sok sokkan" yah oke aku sadar itu semua, tapi aku juga berhak berusaha mengejar apa yang menjadi tujuan hidupku. Aku akan terus berusaha berusaha dan berusaha sampai jiwa ini meninggalkan raga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar