Kamis, 22 Oktober 2015

Perlunya pengendalian mutu dan peningkatan standarisasi produk guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar ASEAN

hmmmm.. ini mungkin salah satu karya ilmiah yang pernah saya buat,, saat itu rencananya akan saya ikut sertakan dalam lomba karya tulis ilmiah tingkat mahasiswa se indonesia di UGM. Namun karena pada waktu itu saya ada masalah keluarga maka rencana itupun batal,, ya mungkin ini bisa bermanfaat bagi yang membaca.

Perlunya pengendalian mutu dan peningkatan standarisasi produk guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar ASEAN
ASEAN Economic Community mulai dicanangkan pada tahun 2015, ini akan menjadi tantangan baru bagi perkembangan perekonomian negara-negara di kawasan Asia Tenggara sekaligus memberikan harapan akan prospek dan peluang bagi kerjasama ekonomi antar kawasan dalam skala yang lebih menakjubkan lagi. Indonesia sebagai salah negara negara ASEAN membutuhkan persiapan serta pertimbangan strategis atas berbagai fakta kondisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Indonesia Perlu memikirkan strategi khusus untuk terus memacu keaktifan perekonomian domestiknya agar maju sejajar, minimal  dapat menyeimbangkan posisi kesiapan ekonominya dalam proses integrasi ekonomi 2015 nanti. Sehingga nantinya tidak kalah saing dengan negara anggota lain yang terlihat mapan secara ekonomi seperti Singapore, Malaysia, Brunei Darusalam, Filipina, dan Thailand. Memang melihat perbedaan sektor ekonomi tentunya membutuhkan koordinasi efektif dalam memacu perekonomian anggota negara lainnya, agar mampu menapaki rencana implementasi ASC 2015 dengan seimbang dan efektif.
Indonesia harus memahami seperti apa tantangan yang dihadapi dalam ASEAN Economic Community 2015 mulai dari prospek, target, dan tujuan yang akan dicapai. Dalam ASEAN Economic Community setiap negara akan berlomba-lomba untuk meningkatkan penjualan dari perbagai sektor komoditas yang ada baik saecara kuantitas dan kualitas. oleh sebab itu produk lokal yang dihasilkan harus dilakukan pengendalian mutu produk dan juga perlunya peningkatan standarisasi produk lokal guna meningkatkan daya saing produk lokal dengan produk dari negara-negara ASEAN laeinya. 
Pengendalian (controlling) mutu adalah salah satu fungsi manajemen yang merupakan pengukuran dan koreksi di semua kegiatan di dalam rangka memastikan bahwa tujuan-tujuan dan rencana-rencana perusahaan untuk memproduksi bahan atau produk yang bermutu dapat terlaksana dengan baik.
Terdapat empat langkah dalam proses pengendalian, antara lain : 1. Menetapkan standar dan metode untuk mengukur prestasi. 2. mengukur pelaksanaan kerja. 3. Mengukur apakah prestasi kerja memenuhi standar? 4. mengambil tindakan koreksi, jika hasil-hasil yang dicapai tidak memenuhi standar dan analisis menunjukkan perlunya diambil tindakan. Standar mutu yang digunakan untuk keperluan pengawasan mutu dalam rangka pengendalian mutu dapat digunakan standar mutu dari pabrik atau perusahaan itu sendiri, standar lokal, standar nasional, standar regional maupun standar internasional. Kegunaan dari standar adalah :sebagai kesatuan bahasa atau pengertian dalam mutu bagi pihak-pihak yang terlibat, keseragaman mutu produk dari waktu ke waktu, untuk memperlancar pemasaran, dan untuk memberikan pedoman mutu bagi masyarakat industri. Terdapat empat dasar dalam pengolahan jenis pengendalian, yaitu waktu pengendalian, objek pengendalian, subjek pengendalian dan cara pengendalian.
Berdasarkan waktunya pengendalian dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :1. Pengendalian prefentif yaitu merupakan pengendalian yang dilakukan sewaktu kegiatan belum dimulai. Hal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencegahterjadinya penyimpangan atau kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan. 2. Pengendalian represif merupakan jenis pengendalian yang dilakukan sewaktu kegiatan sudah berjalan tetapi belum selesai. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyimpangan ataupun kesalahan-kesalahan selama suatu kegiatan sedang berlangsung, sehingga kegiatan tersebut dapat selesai dengan baik. 3. Pengendalian kuratif merupakan jenis pengendalianyang dilaksanakan setelah suatu jegiatan selesai. Dengan memperbaikki penimpangan dan kesalahan yang telah terjadi, maka kegiatan yang akan datang dapat dilaksanakan dengan baik Apabila dilihat dari obyek yang dikendalikan, dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

1. pengendalian produksi, 2. pengendalian keuangan, 3. pengendalian waktu dan, 4. pengendalian manusia beserta kegiatannya. Pengendalian produksi antara lain meliputi :- pengendalian proses produksi - pengendalian bahan baku - pengendalian tenaga kerja - pengendalian biaya produksi - pengendalian mutu produk
Tujuan pengawasan mutu adalah menunjukkan kelemahan-kelemahan yang ada supaya dapat ditanggulangi dan menjaga agar kelemahan tersebut tidak diulang lagi. Pengawasan mutu dilakukan dalam seluruh tahapan waktu produksi yaitu dari saat produk direncanakan, diproduksi, dikirimkan, didistribusikan dan dikonsumsi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan fakta untuk pengendalian adalah: - mengadakan inspeksi, contoh : dalam suatu industri pakan dilakukan uji mutu bahan atau pakan jadi - wawancara atau laporan lisan - laporan tertulis - pengendalian dilaksanakan jika ada penyimpangan yang mencolok Dalam operasi pengendalian mutu, bagian pengendali mutu dari suatu perusahaan atau industri secara rutin melakukan pengambilan contoh , pemeriksaaan dan analisis atau uji mutu, serta evaluasi dan penetapan mutu. Pengendalian mutu proses pada dasarnya adalah analisis mengenali penyebab keberagaman produk, dan kemudian melakukan tindakan perbaikan terhadap proses produksi agar dicapai produk yang bermutu baik dan seragam. Kegunaan pengendalian proses antara lain : 1. dapat diterapkan pada pekerjaan pengadaan bahan dalam rangka pengendalian mutu bahan mentah oleh unit penerima barang agar diperoleh bahan mentah yang bermutu dan seragam. Keseragaman bahan mentah sangat penting artinya bagi industri pengolahan. Tanpa bahan mentah yang seragam tidak mungkin dihasilkan produk olahan yang seragam. 2. untuk memperoleh keseragaman produk dari setiap angkatan atau tahapan (per batch, per shift) dan juga per angkatan produksi. 3. sebagai bagian dari penataan proses produksi; yang berarti menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan produksi. Tujuan Pengendalian Proses Keberagaman atau variasi produk dalam suatu industri dapat terjadi pada bentuk, ukuran atau sifat-sifat mutunya. Penyebab keberagaman produk banyak macamnya, namun dapat dikelompokkan berasal dari : a. bahan mentah, b. formulasi produksi, c. cara atau proses pengolahan, d. peralatan yang digunakan, dan e. hukum peluang. Macam-macam
penyebab keberagaman produk perlu diidentifikasi agar keberagaman dapat dikendalikan. Keberagaman produk tidak dapat seluruhnya dihilangkan dengan cara apa pun, terutama keberagaman akibat hukum peluang atau faktor acak. Akan tetapi perusahaan atau industri dapat mengendalikan keberagaman produk menjadi sekecil mungkin, hingga dicapai mutu produk yang secara komersial seragam.Tujuan pengendalian proses adalah untuk : 1. mengenali dan memantau terjadinya penyimpangan mutu produk 2. memberikan peringatan dini sehingga dapat dicegah terjadinya penyimpangan mutu produk lebih lanjut 3. memberi petunjuk waktu yang tepat tentang perlunya segera dilakukan tindakan koreksi untuk meluruskan proses yang menyimpang. 4. mengenali penyebab keragaman atau penyimpangan produk 5. memperoleh produk yang seragam dan sesuai dengan standar mutu Untuk mencapai tujuan di atas, kegiatan-kegiatan dalam pengendalian proses yang dapat dilakukan meliputi: a. penetapan parameter pengendalian, b. konstruksi bagan pengendalian, c. pengujian dan pengukuran sifat-sifat mutu produk Pengambilan sampel secara periodik pada setiap tahapan proses merupakan tindakan baku yang harus dilakukan operator untuk melihat keberhasilan proses yang dilakukan, yang biasa dilakukan adalah melakukan pengamatan visual atau fisik-organoleptik. d. pencatatan hasil pengukuran mutu dan operasi pengendalian proses. Data hasil pencatatan pengendalian proses yang dikumpulkan dari produksi harian akan sangat berguna sebagai bahan untuk analisis industrial di berbagai seksi dan tingkat pimpinan dari perusahaan yang bersangkutan, serta bagi pimpinan tertinggi dalam menentukan kebijaksanaan produksi untuk masa-masa selanjutnya.

Senin, 19 Oktober 2015

CARA MEMBUAT PUPUK KOMPOS

Kompos alami banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembangan sampah organik. Untuk mendapatkannya :
  1. Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah
  2. Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
  3. Jemur sampai kering, lalu ayak
  4. Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.
Bahan Pembuatan:
  1. 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
  2. 6,5 m3 kulit buah kopi
  3. 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  4. 30 kg abu dapur atau abu kayu
Panduan Cara Membuat Pupuk Kompos
  1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.
  2. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.
  3. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.
  4. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera menurun lagi.
  5. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.
  6. 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
  7. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.
  8. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.

PENGARUH IKLIM TERHADAP TERNAK

hmmm kali ini aku akan ngejelasin masalah di bidangku,,, yaps peternakan.. mungkin dirumah banyak yang punya ternak atau hewan peliharaan.. nah aku akan bagi informasi ni mengenai pengaruh iklim terhadap ternak atau hewan peliharaan kalian..




Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Iklim mempunyai pengaruh yang besar terhadap ternak, yaitu dapat membantu atau menganggu kelangsungan hidup dari ternak. Iklim sendiri meliputi :
1. Curah hujan
Curah hujan sangat penting bagi peternakan. Dengan curah hujan penyediaan air minum dan kelangsungan pengadaan makanan ternak sepanjang tahun dan sebaiknya peternak mengetahui peta hujan. Curah hujan ini sangat berguna, karena dengan begitu para peternak bisa merencanakan dan memanajemen dengan baik masa birahi.
2. Temperatur
Dengan mengetahuinya temperatur suatu daerah para peternak dapat menempatkan jenis ternak apa yang sesuai dengan tempat yang dipilih. Karena temperatur yang panas atau terlalu dingin sangat mempengaruhi produktififtas ternak. Ternak lokal dapat bertahan dengan suhu yang panas, sedangkan ternak yang berasal dari subtropics yang telah disilangkan dengan ternak lokal dapat bertahan ditempat yang bersuhu sedang.
3. Kelembaban udara
Kelembaban udara yang terlalu tinggi sangat mempengaruhi kesehatan ternak, baik itu pada pernafasannya, pertumbuhan parasit pada ternak, ataupun penyakit lainnya yang merugikan. Kelembaban ini berbanding terbalik dengan temperature.
4. Kecepatan angin
Dengan kecepatan udara yang normal sangat baik untuk kesegaran ternak dan kecepatan angin dapat juga digunakan untuk kincir angin yang dapat digunakan untuk kebutuhan manusia dalam sumber listrik juga pengadaan air untuk daerah yang kecepatan angin juga membantu ternak dalam melepaskan panas temperatur tubuhnnya.
Iklim sangat berpengaruh terhadap hewan ternak. Beberapa ahli mempelajari pengaruh iklim terhadap objek yang spesifik, di antaranya iklim berpengaruh terhadap bentuk tubuh (Hukum Bergmann), insulasi pelindung atau kulit dan bulu (Hukum Wilson), warna (Hukum Gloger), tubuh bagian dalam/internal (Hukum Claude Bernard), dan kesehatan dan produksi ternak. Pengaruh iklim terhadam ternak dapat dibedakan menjadi dua yaitu pengaruh secara langsung dan pengaruh secara tidak langsung.
     Pengaruh Secara Langsung
a.    Perilaku merumput
Lamanya waktu merumput saat siang hari sangat dipengaruhi oleh iklim, bangsa, kualitas, tipe mamalia, dan pastur yang tersedia (padang rumput). Jika ternak digembalakan pada daerah bukan asalnya, maka masa merumput akan berkurang .
b.    Pengunaan makanan dan pengambilan makanan
Jika suatu tempat memiliki temperatur yang tinggi maka akan mempengaruhi pengambilan makanan pada ternak, semakin tinggi temperatur maka semakin sedikit makan karena akan lebih banyak minum. Jika temperatur lebih dari 40°maka ternak akan berhenti memamah biak.
c.    Air yang diminum (water intake )
Air sangat penting bagi ternak sebab air mempunyai peran yang penting dalam metabolisme ternak, selain itu air juga membantu ternak melepaskan panas tubuhnya secara konduksi dan penguapan, keperluan air ini akan meningkat apabila temperatur naik.
d.   Mempengaruhi efisiensi pengunaan makanan
Ternak dapat mengalami heat stress apabila iklim suatu tempat panas, sehingga ternak tidak banyak melakukan gerak untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil.
e.    Pengaruh terhadap pertumbuhan
Menurunnya nafsu makan pada ternak disebabkan temperatur yang sangat tinggi akibatnya feed intake ternak pun akan menurun dan juga mempengaruhinya lamanya merumput dan akhirnya juga mempengaruhi produktififtas dari ternak.
f.     Pengaruh iklim terhadap produksi susu
Sapi perah dapat menghasilkan susu 56 % pada daerah subtropics, berbeda dengan daerah tropis sapi perah lebih sedikit menghasilkan susu. Iklim juga sangat mempengaruhi kandungan susu, lemak, bahan kering.
g.    Pengaruhi tingkah laku ternak
Iklim dapat mengakibatkan ternak mengalami stress yang dapat dilihat dari tingkah laku ternak itu sendiri. Faktor internal dan eksternal merupakan faktor yang dapat menyebabkan strees pada ternak.
Faktor Internal terdiri dari : penyakit ,vaksinasi ,penyapihan.
Faktor Eksternal terdiri dari : cuaca ,makanan dan lingkungan
      Pengaruh Secara Tidak Langsung
a.    Kualitas dan kuantitas makanan yang tersedia
Seperti: makanan yang dimakan, air yang diminum, dan mempengaruhi kandungan gizi dari tanaman yang dimakan serta daya cerna yang rendah karena serat kasarnya sangat tinggi akan mempengaruhi daya produsi menjadi rendah.
b.    Adanya parasit dan penyakit
Lingkungan dengan panas dan kelembaban yang tinggi merupakan tempat yang baik bagi jamur, parasit, nyamuk, lalat, dan penyakit lain. Pengaruh iklim secara tidak langsung terhadap parasit penyakit karena pada daerah tropis yang curah hujannya hanya cukup untuk tumbuhnya semak-semak. Dengan adanya semak-semak menyebabkan berkembangbiaknya nyamuk yang dapat mengakibatkan penyakit tidur dan dapat menyebabkan kematian yang mempengaruhi proses metabolisme ternak terserang.
c.    Penyimpanan dan panangan hasil ternak
Iklim tropis baik lembab/kering dapat merusak hasil ternak dan oleh sebab itu maka biaya prosessing dan penanganya bertambah Aklimatasi merupakan proses yang kompleks dimana seekor hewan menyesuaikan diri pada lingkungan dimana ternak tersebut hidup.Pada dasarnya semua hewan atau ternak yang berdarah panas disebut Hormoiotermis yaitu hewan atau ternak yang relatif berusaha mempertahankan suhu tubuhnya pada kisaran yang cocok agar terjadi aktifitas biologis yang optimum, sedangkan untuk hewan atau ternak yang suhu tubuhnya tidak dipengaruhi lingkungan disebut Polikolitermis
ya mungkin itu sedikit gambaran atau penjelasan yang dapat saya sampaikan,, semoga bermanfaat.

ES MOCE

ES MOCE....

Udah pada tau blum ni..? Akhir - akhir ini warga kota semarang, khususnya tembalang digegerkan dengan fenomena "ES MOCE". apa sih es moce itu? hmmm kasih tau gag ya hahaha
oke oke kasih tau deh.. jadi es moce ini adalah salah salah satu produk olahan minumah cendol yang telah di modifikasi, dari namanya aja es MOCE = Modifikasi Cendol, sebuah minuman inovatif yang diciptakan oleh Muhamad najibulloh mahasiswa peternakan dan pertanian UNDIP. temen-temen pasti pengen ligat kan kayak apa sih bentuk es moce itu... nohhh ini bentuknya