Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam
waktu yang panjang. Iklim mempunyai pengaruh yang besar terhadap ternak, yaitu
dapat membantu atau menganggu kelangsungan hidup dari ternak. Iklim sendiri
meliputi :
1. Curah hujan
Curah
hujan sangat penting bagi peternakan. Dengan curah hujan penyediaan air minum
dan kelangsungan pengadaan makanan ternak sepanjang tahun dan sebaiknya
peternak mengetahui peta hujan. Curah hujan ini sangat berguna, karena dengan
begitu para peternak bisa merencanakan dan memanajemen dengan baik masa birahi.
2. Temperatur
Dengan
mengetahuinya temperatur suatu daerah para peternak dapat menempatkan jenis
ternak apa yang sesuai dengan tempat yang dipilih. Karena temperatur yang panas
atau terlalu dingin sangat mempengaruhi produktififtas ternak. Ternak lokal
dapat bertahan dengan suhu yang panas, sedangkan ternak yang berasal dari
subtropics yang telah disilangkan dengan ternak lokal dapat bertahan ditempat
yang bersuhu sedang.
3. Kelembaban udara
Kelembaban
udara yang terlalu tinggi sangat mempengaruhi kesehatan ternak, baik itu pada
pernafasannya, pertumbuhan parasit pada ternak, ataupun penyakit lainnya yang
merugikan. Kelembaban ini berbanding terbalik dengan temperature.
4. Kecepatan angin
Dengan
kecepatan udara yang normal sangat baik untuk kesegaran ternak dan kecepatan
angin dapat juga digunakan untuk kincir angin yang dapat digunakan untuk
kebutuhan manusia dalam sumber listrik juga pengadaan air untuk daerah yang
kecepatan angin juga membantu ternak dalam melepaskan panas temperatur
tubuhnnya.
Iklim
sangat berpengaruh terhadap hewan ternak. Beberapa ahli mempelajari pengaruh
iklim terhadap objek yang spesifik, di antaranya iklim berpengaruh terhadap
bentuk tubuh (Hukum Bergmann), insulasi pelindung atau kulit dan bulu (Hukum
Wilson), warna (Hukum Gloger), tubuh bagian dalam/internal (Hukum Claude
Bernard), dan kesehatan dan produksi ternak. Pengaruh iklim terhadam
ternak dapat dibedakan menjadi dua yaitu pengaruh secara langsung dan pengaruh
secara tidak langsung.
1 Pengaruh Secara Langsung
a.
Perilaku merumput
Lamanya waktu merumput saat siang hari sangat dipengaruhi
oleh iklim, bangsa, kualitas, tipe mamalia, dan pastur yang tersedia (padang
rumput). Jika ternak digembalakan pada daerah bukan asalnya, maka masa merumput
akan berkurang .
b.
Pengunaan makanan dan
pengambilan makanan
Jika suatu tempat memiliki temperatur yang tinggi maka akan
mempengaruhi pengambilan makanan pada ternak, semakin tinggi temperatur maka
semakin sedikit makan karena akan lebih banyak minum. Jika temperatur lebih
dari 40°maka ternak akan berhenti memamah biak.
c.
Air yang diminum
(water intake )
Air sangat penting bagi ternak sebab air mempunyai peran
yang penting dalam metabolisme ternak, selain itu air juga membantu ternak
melepaskan panas tubuhnya secara konduksi dan penguapan, keperluan air ini akan
meningkat apabila temperatur naik.
d.
Mempengaruhi efisiensi
pengunaan makanan
Ternak dapat mengalami heat stress apabila iklim suatu
tempat panas, sehingga ternak tidak banyak melakukan gerak untuk menjaga suhu
tubuhnya tetap stabil.
e.
Pengaruh terhadap
pertumbuhan
Menurunnya nafsu makan pada ternak disebabkan temperatur
yang sangat tinggi akibatnya feed intake ternak pun akan menurun dan juga
mempengaruhinya lamanya merumput dan akhirnya juga mempengaruhi produktififtas
dari ternak.
f.
Pengaruh iklim
terhadap produksi susu
Sapi perah dapat menghasilkan susu 56 % pada daerah
subtropics, berbeda dengan daerah tropis sapi perah lebih sedikit menghasilkan
susu. Iklim juga sangat mempengaruhi kandungan susu, lemak, bahan kering.
g.
Pengaruhi tingkah laku
ternak
Iklim dapat mengakibatkan ternak mengalami stress yang
dapat dilihat dari tingkah laku ternak itu sendiri. Faktor internal dan
eksternal merupakan faktor yang dapat menyebabkan strees pada ternak.
Faktor Internal terdiri dari : penyakit ,vaksinasi
,penyapihan.
Faktor Eksternal terdiri dari : cuaca ,makanan dan
lingkungan
Pengaruh Secara Tidak Langsung
a.
Kualitas dan kuantitas
makanan yang tersedia
Seperti: makanan yang dimakan, air yang diminum, dan
mempengaruhi kandungan gizi dari tanaman yang dimakan serta daya cerna yang
rendah karena serat kasarnya sangat tinggi akan mempengaruhi daya produsi
menjadi rendah.
b.
Adanya parasit dan
penyakit
Lingkungan dengan panas dan kelembaban yang tinggi
merupakan tempat yang baik bagi jamur, parasit, nyamuk, lalat, dan penyakit
lain. Pengaruh iklim secara tidak langsung terhadap parasit penyakit karena
pada daerah tropis yang curah hujannya hanya cukup untuk tumbuhnya semak-semak.
Dengan adanya semak-semak menyebabkan berkembangbiaknya nyamuk yang dapat
mengakibatkan penyakit tidur dan dapat menyebabkan kematian yang mempengaruhi
proses metabolisme ternak terserang.
c.
Penyimpanan dan
panangan hasil ternak
Iklim tropis baik lembab/kering dapat merusak hasil ternak
dan oleh sebab itu maka biaya prosessing dan penanganya bertambah Aklimatasi
merupakan proses yang kompleks dimana seekor hewan menyesuaikan diri pada
lingkungan dimana ternak tersebut hidup.Pada dasarnya semua hewan atau ternak
yang berdarah panas disebut Hormoiotermis yaitu hewan atau ternak yang relatif
berusaha mempertahankan suhu tubuhnya pada kisaran yang cocok agar terjadi
aktifitas biologis yang optimum, sedangkan untuk hewan atau ternak yang suhu
tubuhnya tidak dipengaruhi lingkungan disebut Polikolitermis
ya mungkin itu sedikit gambaran atau penjelasan yang dapat saya sampaikan,, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar